Aku lahir di sebuah Desa di ujung timur wilayah Kabupaten Majalengka. Cimanggu Girang Kec. Cingambul, desa yang kini tenggelam dalam dasar kenanganku Di sana dulu aku mengaji, mencipta dan bermimpi. Manis pahit kehidupan menempa jiwaku, hingga habis masa remajaku seiring dengan tamatnya aku dari PGA (Pendidikan Guru Agama)
Masa Transisi
Habis remaja datanglah masa dewasa, masa transisi yang terasa sangatlah kritis. Benakku maulai berpikir tentang hidup dan bagaimana caranya agar bisa berlangsung hidup. Tantangan sungguh berat untukku terobosi karena tiada suport atau fasilitas yang kumiliki.
Angin Surga
Di tengah kegalauan, angin menggiringku ke pulau nan indah. Harum bunga semerbak menyeruak sekelilingku, patahan kata bak seruling syahdu, titik airmatapun laksana mutiara. Kuterlena. Tiada kusadar siapa aku, karena yang kutahu 'Di mata Tuhan semua manusia adalah sama'. Inilah kiranya awal ceritaku yang membangunkan aku dari mimpi-mimpi malam gelapku