
Hening Dalam Duka
Awan berarak di langit senja hari
Mengelam tubuh yang kian kering
Napasnya tinggal separuh
Pamit pulang tergetar dari bibirnya
Hening dalam duka
Karena kata terbata
Hanya airmata tak henti menetes
Begitu lara siksaan luka
Beliau pun pergi tuk selamanya
Hujan airmata di tiap sudut
Selamat Jalan
Damailah engkau di sisiNya
kembali