Pulang...? Entahlah kemana. Kampung tempatku mengaji tak lagi ramah. Kota tempat kuberpijak seakan mau terbakar. Hidup bak di panggangan. Merana aku berkelana.
Pulang...? Suatu kata impian. Lewat jalan manakah kuharus melangkah? Gelap semua arah. Lelah dan kalah pada akhirnya.
Pulang...? Jawabnya bersama waktu. Biar kutetap melangkah. Meski akhirnya berhenti di Perut bumi.